Dirosatul Ula PW MDS Rijalul Ansor Provinsi Lampung

Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas kader melalui penyelenggaraan kegiatan Dirosatul Ula ke-1 di Pondok Pesantren Walisongo, Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama 3 hari, mulai Rabu hingga Jumat, sebagai bekal untuk menguatkan spiritualitas bagi kader-kader Ansor di Lampung.

Dirosatul Ula ini merupakan tahapan pendidikan pengaderan di Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor, badan semi otonom GP Ansor yang berfokus pada penguatan ideologi dan keagamaan. Ketua PW GP Ansor Provinsi Lampung, Budi Hadi Yunanto dalam arahannya menyebut bahwa kegiatan Dirosatul Ula ini sebagai panggilan perjuangan yang lebih kompleks.

“Di sini nantinya para peserta akan belajar ideologi Aswaja dan kebangsaan serta digembleng militansi dan loyalitas,” katanya. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kader Ansor di bidang dakwah. “Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kader khususnya para dai muda yang akan terjun di masyarakat,” ungkapnya. Menurutnya, dakwah hari ini juga harus mempunyai kompetensi pemahaman sosial dan perkembangan media digital yang harus dimiliki oleh setiap kader Ansor. "Dai-dai muda harus siap tampil dan siap memimpin untuk menjawab persoalan umat tentu dengan pendekatan moderat dan solutif. Inilah yang ingin kita kuatkan melalui Dirosatul Ula,” tuturnya. Sosok yang juga Anggota DPRD Provinsi Lampung ini menyampaikan komitmennya dalam mendukung penguatan kompetensi kader sehingga kapasitas kader akan meningkat.

“Kami siap mengawal dan memastikan kader-kader Ansor khususnya MDS Rijalul Ansor menjadi bagian penting dari dakwah Aswaja yang ramah dan mencerahkan,” katanya. Selain itu, Budi Hadi Yunanto juga mengatakan bahwa PW GP Ansor Provinsi Lampung akan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Paralegal di Gedung BPMP Provinsi Lampung pada Jumat-Ahad (6-8/2/2026).

Kegiatan yang mengusung tema Hukum Agraria dan Akses Bagi Rakyat Kecil ini sebagai bentuk kerja sama antara LBH Ansor Lampung dan Lembaga Advokasi Lampung. Ia juga mengatakan bahwa pentingnya pelatihan ini untuk memberikan pemahaman hukum terhadap kader Ansor.

“Kader Ansor harus memiliki pemahaman hukum yang memadai, khususnya terkait bidang agraria, agar mampu menjadi pembela rakyat kecil yang seringkali terpinggirkan,” jelasnya. Beberapa praktisi hukum diagendakan turut hadir sebagai narasumber, di antaranya Ketua LBH PP GP Ansor Dendy Zuhairil Finsa, Ketua Lembaga Advokasi Lampung Heri Hidayat, Sekretaris DPC Peradi Bandar Lampung Chandra Muliawan, Hakim PN Tanjung Karang Charles Kholidy, Kepala Bidang Pendidikan LBH Ansor Lampung Wahyu Saman Hadi, Tak lupa pula hadir tokoh akademisi dan politisi seperti Wakil Rektor II UIN Raden Intan Lampung Safari Daud, Anggota DPRD Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriyah, Aktivis Lingkungan Irfan Tri Musrin, Praktisi Hukum Abi Saman Hudi dan Darmawan. Sementara itu, Ketua PW MDS GP Ansor Provinsi Lampung, H Muslih mengatakan kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam melahirkan kader-kader muda yang berkomitmen menjaga tradisi keagamaan dan kebangsaan. “Target dari kegiatan ini adalah lahirnya kader mubtadi’, yang kuat secara ideologi memiliki loyalitas tinggi pada organisasi, dan moderat dalam berkhidmah,” jelasnya. Ia mengatakan, kegiatan Dirosatul Ula ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan oleh Ansor Provinsi Lampung yang berorientasi pada penguatan ilmu dan pembentukan mental serta semangat juang.

“Kegiatan ini untuk menguatkan mental dan semangat ustadz beserta kiai muda NU, agar lebih siap secara mental dan keilmuan,” katanya. Ia menyampaikan para peserta akan dibekali materi kebangsaan, kepemimpinan, sejarah NU, tradisi dan amaliah NU, serta penguatan aqidah Aswaja An-Nahdliyah. Hal ini, menurutnya didasari karena kader Ansor hari ini memegang tanggung jawab sejarah yang sangat besar dan kompleks. “Menjadi kader Ansor hari ini adalah menjaga Islam, menjaga bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan dengan basis keilmuan dan spiritual yang mumpuni,” ujarnya.